Tag Archives: kursus mengemudi

Peraturan Lalu Lintas Baru (3)

 

 

Pada postingan yang sebelumnya kami telah memberi informasi pertama dan kedua mengenai peraturan lalu lintas yang baru. Sedangkan pada postingan kali ini kami akan memberi informasi ketiga (yang terakhir) mengenai perubahan peraturan UU Lalu Lintas. Diantaranya sebagai berikut :

 

 Selalu menyalakan lampu isyarat ketika akan berbelok atau berbalik arah

Pasal 284 menyatakan bahwa setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Bagi pengendara yang melakukan pelanggaran ini akan dikenai sanksi pidana kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000,-.

• Dilarang pindah jalur dengan sembarangan

Pasal 295 menyatakan bahwa para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika pengendara tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000,-

• Dilarang belok kiri secara langsung

Ada tambahan pasal yang baru dalam UU Lalu Lintas yang menyatakan bahwa pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi Pasal 112 ayat (3), “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

 

• Dilarang balapan di jalanan

Pasal 297 menyatakan bahwa pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000,-

 Sesuaikan jalur dengan kecepatan

Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Bunyi pasal tersebut adalah :

(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri

(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika :

a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau

b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.

(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.

(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.

 

 

Peraturan Lalu Lintas Baru (2)

Pada postingan yang sebelumnya kami telah memberi informasi pertama mengenai peraturan lalu lintas yang baru.

Sedangkan pada postingan kali ini kami akan memberi informasi kedua mengenai perubahan peraturan UU Lalu Lintas.

Diantaranya sebagai berikut :

 Jangan lupa selalu membawa STNK

Bila anda bepergian ke suatu tempat, maka pastikan bahwa anda selalu membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan.

Bila anda baru membeli motor, maka pastikan anda membawa surat tanda coba kendaraan bermotor.

Pelanggaran atas UU ini akan dikenakan sanksi berupa pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,- akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat 1).

 Jangan lupa selalu membawa SIM

Pasal 288 Ayat (2) menyatakan bahwa bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000,-.

 

 Lengkapi kaca spion dan lain-lain

  1. Untuk pengemudi kendaraan roda empat atau lebih.

Bagi pengendara roda empat atau lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca.

Bagi yang melanggar pasal 285 Ayat (2), maka pelanggar akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 500.000.

  1. Pengemudi sepeda motor

Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat 3). Bagi yang melanggar Pasal 285 Ayat (1) akan diberi sanksi berupa pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,-.

Continue reading “Peraturan Lalu Lintas Baru (2)” »

Peraturan Lalu Lintas Baru (1)

rambu rambu lalin

Sejak bulan januari 2010 berlaku UU Lalu Lintas baru yang menggantikan UU sebelumnya, yaitu UU Nomor 14 Tahun 1992.

Mengenai sanksi, UU Lalu Lintas yang baru mempunyai sanksi yang lebih berat bila dibandingkan dengan sanksi UU Lalu Lintas yang sebelumnya.

Kurangnya sosialisasi membuat masyarakat banyak yang belum mengetahui tentang peraturan lalu lintas yang baru ini. Nah, daripada anda harus kena tilang dan harus keluar uang banyak hanya karena belum mengetahui peraturan lalu lintas yang baru, lebih baik anda menyempatkan diri untuk membaca dan mempelajari peraturan lalu lintas baru untuk kendaraan roda empat.

Toh itu juga demi keselamatan anda sendiri.

 

rambu larangan lalu lintas 2

 

Berikut ini adalah peraturan UU Lalu Lintas yang baru, diantaranya :

• Berkendara harus mempunyai SIM

Pasal 281 menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

 

Pelanggaran atas peraturan ini tidak akan diberikan toleransi dan biaya denda tilang jauh lebih besar daripada pelanggaran UU Lalu Lintas yang sebelumnya, dimana pelanggaran sebelumnya pada kasus yang sama hanya dikenakan denda tilang sebesar Rp20.000,-.

Continue reading “Peraturan Lalu Lintas Baru (1)” »

Belajar Mengendarai Mobil Matic

Belakangan ini mobil matic menjadi pilihan bagi orang yang hidup di kota yang macet karena kelebihan mobil matic adalah lebih mudah mengendarainya bila dibandingkan dengan mobil manual.

Namun anda juga harus mengenali perbedaan mobil ini karena kebanyakan penyebab kecelakaan mobil matic disebabkan oleh kurangnya pemahaman akan sifat mobil ini.

Mengikuti kursus mobil manual adalah yang terbaik untuk kemudian mengendarai mobil dengan auto transmition (matic).

Karena pengendara yang dapat mengemudi dengan transmisi manual hampir dapat dipastikan dapat mengemudikan mobil matic.

Tapi tidak dengan pengendara yang belajar langsung dengan sistem transmisi matic,dapat dipastikan tidak bisa mengendarai mobil manual atau akan mendapat banyak kesulitan pada saat mengendarai mobil manual

 

Berikut ini adalah keterangan  gigi pada mobil matic, diantaranya :

  • N : Normal atau Neutral (normal atau netral)

Mesin tidak akan bereaksi jika tuas berada dalam posisi netral.

 

  • D1: Driving 1 (untuk jalan yang mendatar)

Jika tuas berada dalam posisi ini, mobil akan  bergerak maju ke depan. Cocok digunakan pada kondisi jalan yang menanjak atau menurun. Laju mobil akan tertahan dengan posisi ini karena adanya pengereman oleh mesin.

 

  • D2: Driving 2  (untuk jalan yang menanjak)

Jika tuas berada dalam posisi ini, mobil hanya akan mempunyai batas kecepatan maksimal yang terbatas . Cocok digunakan pada kondisi jalan yang buruk atau menurun karena fungsinya untuk berjalan pelan.

 

  • P: Parking (parkir)

Jika mobil anda dalam keadaan parkir, jalan macet atau diam untuk waktu yang lama pastikan tuas transmisi berada pada posisi ini.

Gigi transmisi akan mengunci secara otomatis jika tuas berada dalam posisi ini.

Sedangkan untuk memindahkan tuas dari posisi P ke posisi lain anda diharuskan untuk menekan sebuah tombol (pin pengunci) yang ada pada tuas terlebih dahulu sebelum memindahkannya ke posisi yang lain.

Injak pedal rem terlebih dahulu jika ingin memindahkan tuas ke atau dari posisi ini. Biasanya kunci mobil tidak akan bisa dicabut sebelum posisi mobil berada dalam posisi ini.


  • R: Reverse (untuk jalan mundur)

Mobil harus benar-benar dalam keadaan berhenti sebelum memindahkan tuas transmisi. Jika ini diabaikan dapat berisiko menimbulkan kerusakan pada sistem transmisi. Injak pedal rem terlebih dahulu jika ingin memindahkan tuas ke atau dari posisi ini.