Jenis dan golongan SIM

 

Di Indonesia Surat Izin Mengemudi atau SIM, adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh pihak kepolisian kepada seluruh anggota masyarakat yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat  secara jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan marka jalan  serta terampil dalam mengemudikan kendaraan bermotor.

Bagi para pengemudi Kendaraan Bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi yang tentunya harus sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.

Berikut ini adalah jenis dan penggolongan SIM serta persyaratan untuk memperoleh SIM

Golongan SIM perseorangan berdasarkan Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009

  • SIM A, digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor dengan berat  tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1, digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor dengan berat melebihi 3.500 kg
  • SIM B2, digunakan untuk mengemudikan Kendaraan penarik, Kendaraan alat berat atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan melebihi 1.000 kg.
  • SIM C, digunakan untuk mengemudikan Sepeda Motor.
  • SIM D, digunakan untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

Golongan SIM Umum berdasarkan Pasal 82 UU No. 22 Tahun 2009:

  • SIM A Umum, untuk mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan berat  tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan berat melebihi 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum, untuk mengemudikan Kendaraan penarik atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan melebihi 1.000 kg.

Persyaratan pemohon SIM perseorangan berdasarkan Pasal 81 ayat 2, 3, 4, dan 5 UU No. 22 Tahun 2009

  1. Umur
  • 17 tahun untuk SIM C dan D
  • 17 tahun untuk SIM A
  • 20 tahun untuk SIM B1
  • 21 tahun untuk SIM B2
  1. Memiliki KTP
  2. Mengisi formulir
  3. Rumusan sidik jariSehat  baik jasmani maupun rohani
  4. Lulus ujian secara teori maupun praktek

Syarat-syarat tambahan berdasarkan Pasal 81 ayat 6 UU No. 22 Tahun 2009 bagi semua Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:

  • SIM B1 harus memiliki SIM A minimal 1 tahun; dan
  • SIM B2 harus memiliki SIM B1 minimal 1 tahun.

Persyaratan permohonan SIM Umum berdasarkan Pasal 83 ayat 1, 2, dan 3 UU No. 22 Tahun 2009:

  1. Umur
  • 20 tahun untuk SIM A Umum
  • 22 tahun untuk SIM B1 Umum
  • 23 tahun untuk SIM B2 Umum
  1. Lulus ujian teori maupun praktek

Syarat tambahan berdasarkan Pasal 8 ayat 4 UU No. 22 Tahun 2009:

  • Permohonan untuk SIM A Umum harus memiliki SIM A minimal 1 tahun
  • Permohonan untuk SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum minimal 1 tahun.
  • Permohonan untuk SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum minimal 1 tahun.

Kemudahan

SIM untuk kendaraan bermotor dapat digunakan sebagai SIM kendaraan bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah, sesuai dengan Pasal 84 UU No. 22 Tahun 2009:

  • SIM A Umum juga berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
  • SIM B1 juga berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
  • SIM B1 Umum juga berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, dan SIM B1.
  • SIM B2 juga berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A dan SIM B1.
  • SIM B2 Umum juga berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, SIM B2.

 

Ketentuan pidana

  • Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah Kendaraan Bermotor yang dikemudikan sesuai dalam Pasal 106 ayat 5 huruf b akan dikenai sanksi pidana dengan pidana kurungan paling lama satu (1) bulan dan/atau denda paling banyak dua ratus lima puluh ribu rupiah (Rp250.000,00) (Pasal 288 ayat (2) UU No.22 Tahun 2009).
  • Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang tidak memiliki SIM sesuai  dalam Pasal 77 ayat 1 akan dikenai sanksi pidana dengan pidana kurungan paling lama empat (4) bulan atau denda paling banyak satu juta rupiah (Rp1.000.000,00) (Pasal 281 UU No.22 Tahun 2009).

SIM dinyatakan tidak berlaku sesuai dengan Pasal 230

  • Masa berlaku SIM sudah habis.
  • Digunakan oleh orang lain.
  • Diperoleh secara tidak sah.
  • Data yang ada pada SIM tidak sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

In an effort to prevent automatic filling, you should perform a task displayed below.