Beberapa Penyebab Terjadinya Kerusakan Pada Mesin Mobil

mesin mobil

mesin mobil

Terkadang mobil juga menunjukkan beberapa gejala yang merupakan petunjuk bahwa mobil dalam keadaan kurang baik.

Bila mobil anda mulai menunjukkan adanya penurunan performa, berarti mesin dalam mobil anda tidak dapat bekerja secara maksimal.

Ada beberapa penyebab yang bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada mesin mobil anda. Bila penyebab kerusakan pada mesin mobil tidak segera ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kerusakan total yang lebih parah lagi nantinya.

Ada baiknya bagi anda untuk lebih memahami terntang berbagai penyebab dari kerusakan mesin pada mobil anda. Cara seperti ini dapat mengurangi kerusakan yang lebih parah pada mesin mobil anda.

Dibawah ini adalah beberapa masalah yang bisa menyebabkan kerusakan pada mesin mobil anda.

  • Kebocoran pada oli mesin

Apapun jenis mesin mobil, bila oli mesin mengalami kebocoran maka akan dapat menyebabkan munculnya kerusakan yang besar pada mesin mobil itu sendiri. Berkurangnya jumlah oli mesin secara drastis, dapat menyebabkan gesekan pada komponen di dalam mesin mobil menjadi semakin meningkat yang nantinya dapat menyebabkan temperatur suhu di dalam mesin mobil menjadi meningkat atau yang biasa disebut overheat serta dapat menyebabkan keausan pada komponen mesin mobil tersebut.

katup oli mesin

katup oli mesin

Salah satu penyebab terjadinya kebocoran pada oli mesin adalah adanya kerusakan pada baut penutup lubang pembuangan oli yang letaknya berada di bawah mesin. Kerusakan pada baut penutup lubang pembuangan oli tersebut bisa terjadi karena adanya benturan saat anda mengemudikan mobil anda.

Hal seperti jarang sekali terjadi, namun anda perlu tetap waspada dan selalu memperhatikan indikasi berupa lampu indikator oli yang berada di dashboard mobil anda. Lampu indikator tersebut akan menyala karena pompa oli kehilangan tekanan.

Penyebab lain yang bisa menyebabkan kebocoran oli adalah adanya kebocoran pada sil-sil di bagian mesin mobil. Kerusakan seperti ini memang tidak menyebabkan menunrunnya jumlah oli secara drastis, namun jika tidak segera di tangani, akan dapat menyebabkan kerusakan yang sangat berarti pada mesin mobil anda.

Untuk mencegah kebocoran oli mesin, sebaiknya anda selali memeriksa jumlah oli secara berkala. Ketika lampu indikator oli menyalam maupun hanya berkedip, sebaiknya anda segera memeriksa jumlah oli mesin pada mobil anda agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah.

  • Mesin overheat

Jika mesin bekerja melebihi batas dari suhu kerja, maka perlahan-lahan akan terjadi kerusakan pada komponen mesin itu sendiri. Namun, pada mesin mobil keluaran terbaru, maka komputer akan melindungi mesin secara ototmatis dengan cara menon-aktifkan mesin secara bertahap. Seperti menghentikan kerja kompresor AC yang kemudian berlanjut ke mode aman yang nantinya akan menghentikan kerja pada mesin mobil secara penuh.

Namun, untuk mobil keluaran lama, kebanyakan masih belum terdapat fitur seperti ini. Kebanyakan, mobil keluaran lama akan menimbulkan tanda seperti knocking pada saat berakselerasi serta jarum indikator temperatur mesin langsung bergerak ke batas H.

Untuk mencegah terjadinya overheat pada mesin mobil anda, sebaiknya anda melakukan beberapa langkah seperti di bawah ini:

  • Memeriksa sistem pendingin atau cooling system pada mobil anda.
  • Selalu memperhatikan indikator suhu saat gejala knocking mulai terjadi.
  • Menghentikan mobil sesegera mungkin ketika terjadi overheat.
  • Masuknya air ke ruang pembakaran

Masuknya air ke dalam ruang pembakaran merupakan salah satu masalah yang dapat menyebabkan kerusakan yang fatal pada mobil anda. Massa dari air jauh lebih padar daripada udara. Bila air sampai memenuhi ruang pembakaran, tentunya tidak dapat ditekan saat melakukan langkah kompresi. Dalam keadaan katup tertutup, tekanan air yang muncul justru dapat menghancurkan komponen yang paling lemah di dalam ruang pembakaran yaitu piston.

Untuk mencegah kerusakan akibat masuknya air ke ruang pembakaran, sebaiknya anda perlu melakukan beberapa langkah seperti dibawah ini:

  • Mengetahui ketinggian saluran udara pada mobil anda sebelum melewati genangan air
  • Jangan menghidupkan mesin mobil yang mati secara tiba-tiba di jalanan yang banjir
  • Buka busi kemudian nyalakan mesin untuk mengeluarkan air yang ada di dalam ruang pembakaran
  • Timing belt
timing belt

timing belt

Timing belt berfungsi untuk menyelaraskan putaran kruk as serta katup sehingga kedua bagian tersebut tidak mengalami benturan. Bila timing belt yang menghubungkan kedua komponen tersebut mengalami kerusakan maupun sampai putus secara tiba-tiba, maka mesin dalam mobil anda juga akan mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi akibat putusya timing belt adalah piston akan menumbuk katup yang berada dalam posisi terbuka.

Jika tumbukan piston pada katup yang terbuka tersebut terjadi pada saat putaran mesin yang tinggi, maka akan menyebabkan pecahnya blok mesin sebagai akibat adanya benturan yang terjadi secara berkali-kali.

Upaya yang dapat anda lakukan untuk mencegah kerusakan karena hal seperti ini, meliputi:

  • Selalu mengganti timing belt secara berkala sesuai dengan buku manual maupun rekomendasi pabrik.
  • Ganti timing belt dengan yang baru lebih cepat bila anda sering menggendarai mobil anda melewati jalanan yang macet.
  • Gejala Knocking pada mobil mesin turbocharger

Tekanan yang tinggi di dalam ruang pembakaran pada mesin mobil yang sudah dilengkapi dengan alat pemasok udara secara paksa seperti turbocharger  maupun supercharger juga dapat membuat beban kerja piston menjadi semakin tinggi. Hal seperti ini tentu saja akan membuat piston mengalami kerusakan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan gejala knocking.

Pembakaran yang terjadi sebelum waktunya nantinya akan membuat piston bergetar hebat serta temperatur suhu di dalam ruang pembakaran menjadi semakin meningkat secara drastis. Hal seperti ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Bisa jadi karena gagalnya kerja cooling system, penyetelan turbo maupun supercharger yang terlalu berlebihan serta bisa saja disebabkan oleh kualitas bahan bakar yang memang tidak sesuai dengan kebutuhan mobil tersebut.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hal seperti ini, meliputi:

  • Gunakanlah bahan bakar yang berkualitas dengan kadar oktan paling sedikit 95.
  • Periksalah cooling system secara berkala, termasuk memeriksa komponen yang ada di dalamnya seperti kipas elektrik, thermoswitch dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti-spam: complete the taskWordPress CAPTCHA